Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Desember 2017

Vica Nahdiyatus Suaiba

MEMORI
Vica Nahdiyatus Suaiba (16410092)
Secara etimologi, memori atau memory adalah keberadaan tentang pengalaman masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, alat yang dapat menyimpang dan merekam informasi.
Menurut psikologi kognitif memori atau ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima dan menyimpang dan memproduksikan kesan – kesan. Jadi ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan yaitu: menerima kesan – kesan, menyimpan dan memproduksikan. Memori adalah kemampuan individu untuk menyimpan, mempretahankan dan mengingat informasi dan pengalaman. Memori disimpang dalam otak. Jadi otak merupakan organ terpenting dalam memori. Sebuah memori membutuhkan suatu proses untuk bekerja.
Menurut Bruno (1987) , memori juga dapat diartikan sebagai fungsi mental yang mengkap informasi dan stimulus dari merupakan storage sistem. Diartikan juga proses mental yang meliputi pengkodean (encoding), penyimpanan (saving) dan panggilan kembali (recall), yang semuanya terpusat pada otak.
Misalnya, seorang siswa yang menerima pelajaran tentang Muhammad yang diutus Allah sebagai nabi akhir zaman. Mula – mula informasi tentang nabi terakhir ini akan masuk ke dalam short term memory atau working memory (memori jangka pendek) melalui indera mata atau telinga anak tersebut. Kemudian, informasi mengenai Rasul Allah itu diberi kode misalnya dalam bentuk symbol – symbol huruf M-U-H-A-M-M-A-D. setelah selesai proses pengkodean (encoding) , informasi itu masuk dan tersimpan di dalam long term memory yakni memori jangka panjang atau permanen.
Suatu saat kelak apabila anak tersebut memrlukan informasi mengenai nabi akhir zaman tersebut, misalnya untuk menjawab pertanyaan dari orang lain, maka memorinya akan kembali bekerja atau berproses mencari respons dari kumpulan item – item informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam salah satu skema yang relevan. Proses pencarian respons yang dilakukan anak tersebut untuk memperoleh jawaban mengenai nabi akhir zaman tadi, jika sukses, maka ia berkata “Muhammad”. Inilah peristiwa kognitif yang disebut recall atau retrieval.
Memori memiliki berbagai jenis, di antaranya:
1.  Memori Sensoris
Memori sensori merupakan ingatan yang bersifat sementara yang sumbernya berasal dari indra. Memori sensoris adalah informas sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensori – motoric, yaitu sensori – motoric visual (penglihatan), audio (pendengaran), dan lain sebagainya. Memori sensorik cukup pendek, sehingga biasanya akan menghilang segera setalah apa yang kita rasakan berakhir.
Ketika kita mendengar sesuatu, melihat sesuatu, atau meraba sesuatu, informasi-informasi dari indera-indera itu diubah dalam bentuk impuls-impuls neural (bentuk neuron) dan dikirim ke bagian-bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung dalam sepersekian detik.
2.  Short Term Memory
Memori jangka pendek bersifat terbatas baik dalam kapasitas maupun durasi. Informasi akan hilang dalam waktu 20-30 detik jika tidak diulang-ulang. STM dibutuhkan ketika kita menyelesaikan sebagian besar tugas-tugas kognitif yang mencerminkan peran penting STM sebagai sebuah memori kerja (working memory) yang menjaga dan memanipulasi informasi. STM juga dapat menggabungkan informasi, baik dari lingkungan maupun LTM kapanpun seseorang mencoba mempelajari informasi baru, membuat keputusan atau menyelesaikan masalah.
Memori jangka pendek mempunyai beberapa keterbatasan yang memebedakannya denganmemeori jangka panjang. Pertama, STM menghasilkan lupa dengan cepat, karena item tersebut tidak diulang-ulang. Penyebab terjadinya lupa karen interferensi. Kedua adalah masalah kapasitas. Miller mengidentifikasikan keterbatasan kapasitas hanya memuat tujuh chunk. Chunk merupakan sekelompok item yang tersimpan dalam unit LTM.
Contoh ketika kita melakukan chunking. Di saat kita sedang membaca nomor telepon dan hendak menghafalkannya, mungkin sebagian orang sulit jika harus menghafalkan 12 nomor telepon sekaligus. Agar kita lebih mudah untuk mengingat maka kita gunakan metode pengelompokan. Membagi nomor tersebut menjadi beberapa potong angka.
3.  Long Term Memori

Memori jangka panjang adalah unsur pusat perkembangan kognitif yang memusatkan seluruh situasi yang didalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Jenis-jenis Memori jangka panjang di bagi menjadi  memori eksplisit (Deklaratif) dan memori implisit (Non-deklaratif). Eksplisit yaitu mengacu pada ingatan masalalu seperti kita disuruh membuat cerita tentang berlibur dirumah nenek, sedangkan implisit yaitu mengacu pada informasi yang disimpan tanpa disadari seperti kita ditanya berapa saudara kandung kita, kita akan menjawabnya dengan spontan.

Ainun Nisfi



Ainun Nisfi (16410069)
Model model memori dan memori jangka pendek

Memori merupakan elemen pokok dalam sebagaian besar proses kognitif. Memori manusia terdiri dua unsur yaitu memori primer atau momori jangka pendek (short-term-memory/STM) dan memori skunder atau memori jangka panjang (long-term-memory/LTM). Memori memiliki sifat dan permanen. Penemuan penemuan neuorofisiologis menunjukkan bahwa kedua penyimpanan memori yang berbeda tersebut memiliki letak tertentu dalam struktur otak manusia. Struktur memori manusia yang paling penting adalah lobus temporal dan hipokampus. Secara khusus hipokampus adalah sebuah tempat penyimpanan sementara bagi LTM, yang memproses informasi awal dan memindahkan informasi informasi tersebutke korteks serebral sebagai tempat penyimpanna yang lebih permanen.
Formulasi teknik Brown dalam mengkur kapasitas STM beserta kasus H.M memperkuat konsep STM sebagai sistem memori yang mandiri. STM tidak hanya dianggap terpisah dari LTM , namun konsep STM juga memiliki landasan fisiologis yang ditegaskan oleh studi studi neurologis terhadap pasien yang mengalami kerusakan otak.  Memori kerja (working memory) didefinisikan secara konseptual sebagai suatu tipe kerja yang secara konstan mengubah, mengkombinasikan dan memperbarui informasi baru ataupun lama. Model memori kerja menyanggah pandangan bahwa STM hanyalah sekedar “kotak” dikepala dan konsep memori kerja juga menyanggah gagasan bahwa kapasitas STM terbatah hanya pada tujuh item. Baddley menyatakan bahwa rentang memori ditentukan oleh kecepatan kita mengulang informasi. Intisari dari gagasan Baddely adalah bahwa kita dapat melakukan  pengulangan hanya sejumlah informasi yang terbatas dalam putaran fonologis (phonological loop), dan satu satunya determinan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengucapkan kata-kata tersebut secara lisan. Komponen kedua dalam memori kerja adalah “alas sketsa visuospasial (visuospatial sketchpad) yang memiliki kemiripan dengan putaran fonologis namun berperan mengendalikan kinerja visual dan spasisal. Eksekutif sentral (central executive) berperan layaknya seorang penyelia yang menentukan topik topik yang seharusnya diabaikan dan apa yang harus dilakukan apabila sistem mengalami masalah. Tidak lamasetelah model memori kerja diperkenalkan, para peneliti mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai putaran fonoligis, visuopital dan hakikat eksekutif sentral menggunakan standar pengukuran dalam ilmu psikologi. Cabeza dan Nyberg (1997) menemukan bahwa putaran fonologis memiliki kaitan aktivasi bilateral pada lobus frontal dan parietal, alas sketsa visuospital mengaktifkan area area yang berbeda dalam korteks. Penahan episodik adalah suatu sistem berkapasitas terbatas yang menggabungkan informasi dari LTM, dari alas sketsa visuopasial, serta dari putaran fonologis kedalam eksekutif sentral.
Menurut Miller kapasitas STM memuat tujuh unit, dalam hipotesis Miller keterbatasan keterbatasan di akibatkan oleh adanya sejumlah mekanisme yang bersifat mendasar dan umum adapun mekanis tersebut adalah STM dan CHUNKING gagasan bahwa STM memuat tujuh unit terlepas dari data apaun yang masuk kedalamnya adalah gagasan yang paradoks. Kita lebih mudah mengingat informasi dalam rangkaian kata dibandingkan huruf. Meningkatnya kapasitas STM di capai melalui proses chungking yakni mengubah huruf huruf menjadi unit kata yang bermakna.proses chunking adalah suatu proses yang penting karena menjelaskan fenomena STM yang mampu memproses sejumlah besar informasi tanpa menyebabkan “kemacetan” dalam rangka informasi. Hubungan LTM dan chunking di ilustrasikan dengan eksperimen yang dilakukan Bower dan spingston (1970) bahwa partisipan lebih mudah mengingat unit chunk terdiri dari huruf huruf yang bila digabungkan menjadi makna. Hal ini menunjukkan peran LTM dalam STM dan chunking. Sandi Penyandian informasi dalam STM terbagi menjadi tiga, sandi auditorik, sandi visual sandi semantik
Era modern pemrosesan informasi sangat dipengaruhi oleh sebuah teknik eskperimental yang dikembangkan oleh saul sternberg. Teknik ini melibatkan sebuah tugas pemindaian serial yang ada di dalam partisipan mendapat stimuli berupa serangkaian item. Diasumsikan bahwa setiap item disimpan dalam STM partisipan. Setelah pertisipan menghafal daftar, ia menekan sebuah tombol untuk memunculkan sebuah angka yang ada atau tidak dalam daftar yang telah dilihat sebelumnya. Tugas partisipan adalah membandingkan angka tersebut dengan daftar yang telah di ingatnya dan menjawab apakah angka tersebut memang ada di daftar atau tidak. Pada dasarnya tugas ini mengaruskan partisipan mencari angka dalam suatu daftar untuk menemukan jawab yang tepat. Pencarian seperti ini dapat berhenti dengan sendirinya saat partisipan telah menemukan angka tersebut dan memberikan jawaban. Sebaliknya partisipan mungkin melakukan pencarian menyeluruh terhadap daftar di memori sebelum melaporkan jawabannya, terlepas ia menemukan angka itu atu tidak. Waktu reaksi mencerminkan waktu yang diperlukan pertisipan untuk melakukan pencarian angka pada daftar dalam memori an waktu reaksi dapat beperan sebagai dasar untuk mengammbarkan struktur STM sekaligus mengammbarkan hukum hukum pengambilan informasi dari strukur tersebut.


Rabu, 04 Oktober 2017

Nur amalia hamida

Memori Jangka Panjang VS Memori Jangka Pendek
Oleh : Nur amalia hamida
16410046
“memori adalah lemari kaca tempat khayalan disimpan, peti harta tempat logika dijaga, pintu depan tempat kesadaran masuk, dan sekaligus sebuah dewan penasihat bagi pikiran – pikiran kita” – St. Basile
Dalam mempelajari bagian-bagian spesifik otak yang berhubunga dengan memori, para ahli telah menggunakan alat bantu berupa PET, MRI, dll. Bagian otak yang teridentifikasi berhubungan dengan memori adalah korteks serebral, sereblum dan hipokampus. Selain itu, analisa terhadap data yang diterima dari PET menunjukkan bahwa area prontal kiri di otak terlibat dalam pemrosesan mendalam. 
Memori jangka pendek, memori jangka panjang dan memori kerja merupakan bagian-bagian memori yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Memori jangka pendek memiliki kapasitas lebih kecil dari pada memori jangka panjang.  Memori jangka panjang mampu menyimpan informasi yang detail dalam jangka waktu yang lama. Meskipun memori jangka pendek memiliki keterbatasan, namun ia mampu menangani informasi dalam jumlah besar karena diperlacar oleh kemampuan manusia melakukan chunking (mengubah inforrmasi menjadi kata bermakna). Penggunaan chungking dalam pemrosesan memori jangka pendek membutuhkan kontribusi memori jangka panjang. Dimana memori jangka pendek mengakses informasi dari memori jangka panjang.
Memori jangka pendek sangat berhubungan dengan kemampuan kita mengingat kejadian-kejadian masa kini dan dapat dikatakan bersifat sementara. Sedaangkan kemampuan kita untuk memahami kejadian-kejadian masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk mengolah kejadian masa kini merupakan kemampuan memori jangka panjang.
Informasi-informasi yang terdapat dalam memori jangka pendek dapat berbentuk informasi auditorik, visual, dan sematik. Informasi audiotorik adalah jenis informasi yang paling dominan dalam memori jangka pendek. Pengambilan memori jangka pendek bekerja secara menyeluruh dan berhenti bekerja setelah mendapatkan informasi yang ditemukan.
Ada tiga bentuk kinerja dari memori jangka panjang yakni. Pertama, prinsip penyediaan mnmonic yang berubungan dengan pengorganisasian. Hal ini berhubungan dengan proses chungking yang tejadi pada pemrosesan memori jangka pendek. Kedua, prinsip struktur pengambilan informasi dimana berhubungan dengan pengerjaan tugas yang familiar yang sewaktu-waku memudahkan dalam pengambilan informasi. Ketiga, Prinsip percepatan yang berhubungan dengan kecepatan. Keceepatan  ini merujuk terhadap tingkat intensitas latihan yang terus menerus sehingga seolah tidak terbatas.
          Selain memori jangka panjang dan pendek, dikenal juga memori jangka sangat panjang atau biasa disebut dengan very long term memory, dimana informasi bertahan sangat lama dan bahkan dapat di-recall kembali setelah 34 tahun meurut penelitian Bahrick &Wittlinger (1975). Terlepas dari semua itu, kita dapat megasumsikan bahwa kondisi memori tunggal berada dalam memori jangka panjang. Tulving (1972) mengklasifikasikan memori ke dalam dua jenis yakni, memori episodik dan memori semantik.
          Memori episodik merupakan memori yang sangat rentan dengan kelupaan. Namun memori ini memegang peranan penting sebagai dasar pengenalan peristiwa sehingga memungkinkan seorang mengingat masa lalunya. Sedangkan memori semantik menurut Tulving (dalam Solso, 2007) adalah sebuah kamus mental, sebuah pengetahuan terorganisasi yang dimiliki seseorang, mengenai kata – kata dan simbol – simbol  verbal lainnya, makna dan acuannya; menenai hubungan antara simbol-simbol verbal beserta peraturan-peraturan, rumus, dan algoritma yang digunakan dalam pemanipulasian terhadap simbol-simbol, konsep-konsep, dan hubugan-hubungan tersebut.
          Dalam model koneksionis mengenai memori, dikenal sebuah model yakni PDP atau parallel distributed processing. Model ini mempercayai keberadaan unit-unit pemrosesan yang memiliki sejumlah kesamaan dengan neuron. Proses-proses mental, termasuk memori berlangsung dalam sebuah sistem yang terdiri dari unit-unit yang berhubungan satu sama lain.

          

Abdullah nashikhul umam

Nama  :  Abdullah nashikhul umam
Nim    : 16410220
MEMORI JANGKA PENDEK DAN MEMORI JANGKA PANJANG
Dimanakah tempat penyimpanan memori? Tempat penyimpanan memori adalah diseluruh bagian otak, meskipun juga terpusat pada bagian-bagian tertentu. Tanpa otak, kita akan menjadi makhluk yang tidak memiliki perasaan, tidak memiliki pikirin, dan tidak memiliki memori. Saat kita berpikir tentang memori, kita sering membanyangkan suatu penyimpanan luas yang berisi informasi dan pengetahuan . Jenis memori semacam itu disebut memori jangka panjang (LTM; long-term memory), dan itu merupakan dari memori kita. Meskipun memori jangka pendek (STM; short-term memory) memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan memori jangka panjang, tetapi memori jangka pendek memiliki peran penting dalam pemrosesan memori.
Memori adalah elemen pokok dari sebagian besar elemen kognitif. Memori jangka pendek adalah kapasitas penyimpanan yang terbatas diimbangi oleh kapasitas pemrosesan yang juga terbatas, dan bukan hanya itu, terdapat pula pertukaran konstan antara kapasitas penyimpanan dan kemampuan pemrosesan. Berapakah kapasitas memori jangka pendek? Memori jangka pendek (STM)  merupakan memori yang kapasitasnya terbatas pada 7 item, namun kepadatan (density) atau jumlah informasi per item dapat ditingkatkan dengan chuking (“Bongkahan” informasi yang memiliki makna). Menurut teknik Brown-Peterson mendemonstasikan bahwa kapasitas kita untuk menyimpan informasi dalam suatu area penyimpanan-sementara bersifat sangat terbatas dan rentan terhadap memudarnya informasi dengan cepat, jika kita tidak memiliki kesempatan untuk mengulang (rehearse).
Memori jangka panjang adalah unsur pusat perkembangan kognitif yang memusatkan seluruh situasi yang didalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Jenis-jenis Memori jangka panjang di bagi menjadi  memori eksplisit (Deklaratif) dan memori implisit (Non-deklaratif). Eksplisit yaitu mengacu pada ingatan masalalu seperti kita disuruh membuat cerita tentang berlibur dirumah nenek, sedangkan implisit yaitu mengacu pada informasi yang disimpan tanpa disadari seperti kita ditanya berapa saudara kandung kita, kita akan menjawabnya dengan spontan.
Tidak sampai disitu saja memori eksplisit diorganisasikan menjadi memori sematik dan  memori episodik, sematik adalah memori mengenai kata, konsep, peraturan, dan ide-ide abstrak, bisa disebut juga dengan kejadian fakta sedangkan episodik adalah suatu system memori neurokognitif yang memungkinkan seseorang mengingat peristiwa-peristiwa pada masa lalunya, bisa disebut juga dengan peristiwa masa lalu. Sedangkan memori imSulit bagi kita untuk membayangkan kapasitas dan durasi informasi yang ditampung dalam memori jangka panjang, namun kita masih bisa memperkirakan karakteristik-karakteristik tersebut, bahkan informasi yang paling samar sekalipun dapat kita ingat. Contohnya seperti, Anda mampu mengingat nomor hp anda, anda mampu mengingat letak mobil anda di tempat parkir, anda mengingat nama binatang peliharaan anda yang pertama, dan uniknya, sebagian besar informasi tersebut tidak berada dalam jangkauan kesadaran anda hingga dimunculkan ke memori sadar.Kapasitas otak manusia untuk menyimpan informasi yang mendetail dalam jangka waktu lama tetaplah tidak tertandingi. Ingatlah bahwa otak manusia adalah suatu struktur yang sedemikian kecilnya. Seharusnya kita sebagai umat muslim harus banyak-banyak bersyukur karena Allah swt telah memberikan nikmat yang sangat luar biasa kepada kita semua. plisit dibagi menjadi memori procedural dan memori emosional.


Kamis, 28 September 2017

Marisatia Risma N

Marisatia Risma N / 16410073
Memory Manusia, Ragam, dan Kapasitas

Memori adalah lemari kaca tempat khayalan disimpan, peti harta tempat logika dijaga, pintu depan tempat kesadaran masuk, dan sekaligus sebuah dewan penasihat bagi pikiran-pikiran kita. Itu adalah salah satu ungkapan tentang memori yang disampaikan St. Basile.
Tapi apa sebenarnya memori itu? Solso (92008) dalam bukunya mendefinisikan memori sebagai suatu  elemen pokok dalam sebagian besar proses kognitif. Banyakj penelitian-penelitian tentang memori. Salah satu yang paling sering digunakan dalam pembelajaran adalah konsep memori jangka pendek dan jangka panjang. Pembuat konsep ini, William James, membedekan memori menjadi dua. Yakni memori primer dan memori sekunder.
Memori primer yang konsepnya mirip dengan memori jangkan pendek (STM) tidak pernah meninggalkan kesadaran dan senantia menyediakan ‘tayangan’ peristiwa-peristiwa yang pernah dialami. Sementara memori sekunder / memori jangka panjang (LTM) didefinisikan sebggai ‘jalur’ yang terpahat dalam otak manusia. Secara sederhana memori jangka pendek adalah tempat penyimpanan informasi awal sementara memori jangka panjang adalah tempat penyimpanan informasi yang sudah lalu dimana memori dalam LTM dapat digali kembali pada saat-saaat tertentu.
Memorijangkapendekmemilikikapasitaspenyimpanan yang terbatasdiimbangiolehkapasitaspemrosesan yang jugaterbatas, danbukanhanyaitu, terdapat pula pertukarankonstanantarakapasitaspenyimpanandankemampuanpemrosesan. Memorijangkapendekbersifatterbatasbaikdalamkapasitasmaupundurasi. Informasiakanhilangdalamwaktu 20-30 detikjikatidakdiulang-ulang. STM dibutuhkanketikakitamenyelesaikansebagianbesartugas-tugaskognitif yang mencerminkanperanpenting STM sebagaisebuahmemorikerja (working memory) yang menjagadanmemanipulasiinformasi. STM jugadapatmenggabungkaninformasi, baikdarilingkunganmaupun LTM kapanpunseseorangmencobamempelajariinformasibaru, membuatkeputusanataumenyelesaikanmasalah.
Sedangkanmemorijangkapanjang (LTM), memilikikapasitas yang itdakterbatasdandapatmenahaninformasidalamjangkawaktu yang lebih lama, namunsering kali memerlukanusaha yang keras agar dapatmemasukaninformasikememoriini. Atkinson dan Shiffrin memperhitungkanbahwaadanyaefekposisi serial, mengingatlebihbaik kata-kata di awaldaftardapatdijelaskandenganadanyapenyimpanan kata-kata tersebut di LTM, danmengingatlebihbanyak kata-kata di akhirdaftardapatdijelaskandengan adanyapenyimpanankat-kata tersebut.unsurpusatperkembangankognitif yang memusatkanseluruhsituasi yang didalamnyaindividumenyimpaninformasi yang iaterimasepanjangwaktu. Jenis-jenisMemorijangkapanjang di bagimenjadimemorieksplisit (Deklaratif) danmemoriimplisit (Non-deklaratif). Eksplisityaitumengacupadaingatanmasalalusepertikitadisuruhmembuatceritatentangberliburdirumahnenek, sedangkanimplisityaitumengacupadainformasi yang disimpantanpadisadarisepertikitaditanyaberapasaudarakandungkita, kitaakanmenjawabnyadenganspontan.
Tidaksampaidisitusajamemorieksplisitdiorganisasikanmenjadimemorisematikdanmemoriepisodik, sematikadalahmemorimengenai kata, konsep, peraturan, dan ide-ide abstrak, bisadisebutjugadengankejadianfaktasedangkanepisodikadalahsuatu system memorineurokognitif yangmemungkinkanseseorangmengingatperistiwa-peristiwapada masa lalunya, bisadisebutjugadenganperistiwa masa lalu. Sedangkanmemoriimplisitdibagimenjadimemori procedural danmemoriemosional.Sulitbagikitauntukmembayangkankapasitasdandurasiinformasi yang ditampungdalammemorijangkapanjang, namunkitamasihbisamemperkirakankarakteristik-karakteristiktersebut, bahkaninformasi yang paling samarsekalipundapatkitaingat.
Bukan hanya itu saja, Para psikologjugapernahmenekankanperbedaandari dua memori tersebut, yaituberdasarkanperbedaandalamkode-kodememori. Merekaberpendapatbahwaadaduakodedalammemori, yaitukodeakustik (acoustik code) dankodesematik(sematic code). Akustik (acoustik code), kode yang berdasarkanbunyi. Kodeinimerupakankodememori yang dominandalam STM. Sedangkankodesematik (sematic code), kode yang berdasarkanmakna. Kodeinimerupakankode yang dominandalam LTM.

Pada dasarnya tempatpenyimpananmemoriadalahdiseluruhbagianotak, meskipunjugaterpusatpadabagian-bagiantertentu seperti area frontal yang terlibat dalam pemrosesan mendalam terhadap informasi. Pada intinya, tanpaotak manusiaakanmenjadimakhluk yang tidakmemilikiperasaan, tidakmemilikipikirin, dantidakmemilikimemori. Saatkitaberpikirtentangmemori, kitaseringmembanyangkansuatupenyimpananluas yang berisiinformasidanpengetahuan .Jenismemorisemacamitudisebutmemorijangkapanjang (LTM; long-term memory), danitumerupakandarimemorikita. Meskipunmemorijangkapendek (STM; short-term memory) memilikikapasitas yang lebihkecildibandingkandenganmemorijangkapanjang, tetapimemorijangkapendekmemilikiperanpentingdalampemrosesanmemori.

Rabu, 27 September 2017

Muhammad ihza firdaus

Muhammad ihza firdaus
16410076
MEMORI

Memori adalah elemen pokok dari sebagian besar elemen kognitif. Memori jangka pendek adalah kapasitas penyimpanan yang terbatas diimbangi oleh kapasitas pemrosesan yang juga terbatas, dan bukan hanya itu, terdapat pula pertukaran konstan antara kapasitas penyimpanan dan kemampuan pemrosesan. Berapakah kapasitas memori jangka pendek? Memori jangka pendek (STM)  merupakan memori yang kapasitasnya terbatas pada 7 item, namun kepadatan (density) atau jumlah informasi per item dapat ditingkatkan dengan chuking (“Bongkahan” informasi yang memiliki makna). Menurut teknik Brown-Peterson mendemonstasikan bahwa kapasitas kita untuk menyimpan informasi dalam suatu area penyimpanan-sementara bersifat sangat terbatas dan rentan terhadap memudarnya informasi dengan cepat, jika kita tidak memiliki kesempatan untuk mengulang (rehearse).
Memorimemilikiberbagaijenis, di antaranya:
1.   MemoriSensoris
Memorisensorimerupakaningatan yang bersifatsementara yang sumbernyaberasaldariindra. Memorisensorisadalahinformassensoris yang masihtersisasesaatsetelah stimulus diambil.Jadi, di dalamdirimanusiaadabeberapamacamsensori – motoric, yaitusensori – motoric visual (penglihatan), audio (pendengaran), dan lain sebagainya.Memorisensorikcukuppendek, sehinggabiasanyaakanmenghilangsegerasetalahapa yang kitarasakanberakhir.
Ketikakitamendengarsesuatu, melihatsesuatu, ataumerabasesuatu, informasi-informasidariindera-inderaitudiubahdalambentukimpuls-impuls neural (bentuk neuron) dandikirimkebagian-bagiantertentudariotak. Proses tersebutberlangsungdalamsepersekiandetik.
2.   Short Term Memory
Memorijangkapendekbersifatterbatasbaikdalamkapasitasmaupundurasi.Informasiakanhilangdalamwaktu 20-30 detikjikatidakdiulang-ulang. STM dibutuhkanketikakitamenyelesaikansebagianbesartugas-tugaskognitif yang mencerminkanperanpenting STM sebagaisebuah memorikerja (working memory) yang menjagadanmemanipulasiinformasi.STM jugadapatmenggabungkaninformasi, baikdarilingkunganmaupun LTM kapanpunseseorangmencobamempelajariinformasibaru, membuatkeputusanataumenyelesaikanmasalah.
Memorijangkapendekmempunyaibeberapaketerbatasan yang memebedakannyadenganmemeorijangkapanjang.Pertama, STM menghasilkanlupadengancepat, karena item tersebuttidakdiulang-ulang.Penyebabterjadinyalupakareninterferensi. Keduaadalahmasalahkapasitas.Miller mengidentifikasikanketerbatasankapasitashanyamemuattujuh chunk. Chunk merupakansekelompok item yang tersimpandalam unit LTM.
Contohketikakitamelakukanchunking.Di saatkitasedangmembacanomortelepondanhendakmenghafalkannya, mungkinsebagian orang sulitjikaharusmenghafalkan 12 nomorteleponsekaligus.Agar kitalebihmudahuntukmengingatmakakitagunakanmetodepengelompokan.Membaginomortersebutmenjadibeberapapotongangka.
3.   Long Term Memori
Memorijangkapanjangadalahunsurpusatperkembangankognitif yang memusatkanseluruhsituasi yang didalamnyaindividumenyimpaninformasi yang iaterimasepanjangwaktu. Jenis-jenisMemorijangkapanjang di bagimenjadi  memorieksplisit (Deklaratif) danmemoriimplisit (Non-deklaratif). Eksplisityaitumengacupadaingatanmasalalusepertikitadisuruhmembuatceritatentangberliburdirumahnenek, sedangkanimplisityaitumengacupadainformasi yang disimpantanpadisadarisepertikitaditanyaberapasaudarakandungkita, kitaakanmenjawabnyadenganspontan.


Firyal Nabila

Memori
Oleh : Firyal Nabila (16410143)
            Memori merupakan elemen pokok dalam sebagian besar proses kognitif. Memori telah menjadi subjek penelitian utama bagi para peneliti terdahulu yakni William James di Amerika dan Hermann Ebbinghaus di Jerman. Tren dalam penelitian memori menarik minat para psikolog eksperimental yang mengembangkan model-model rumit tentang representasi mental—mengenai bagaimana informasi disimpan dan diambil kembali. Model memori yang bertahan lama adalah model memori yang dibentuk oleh Willi James. Pada metodenya, banyak sekali model yang telah mengalami modifikasi-modifikasi penting.
            Model-model Memori Ganda berkembang pada akhir tahun 1800-an. James membagi model memori ganda menjadi dua, yaitu memori langsung yang disebut memori primer dan memori tidak langsung disebut memori sekunder.
            Memori primer juga disebut sebagai short term memory (STM) atau memori jangka pendek. Sedangkan memori sekunder juga disebut sebgaai long term memory (LTM) atau memori jangka panjang. STM tidak pernah meninggalkan kesadaran dan senantiasa menyediakan “tayangan” peristiwa-peristiwa yang telah dialami. LTM juga didefinisikan sebagai jalur-jalur yang “terpahat” dalam jaringan otak manusia, dan setiap manusia memiliki struktur jalur yang berbeda.
            Dalam model awal, sebuah item memasuki memori primer yang kemudian disimpan disana (melalui latihan pengulangan), aau dilupakan. Dengan melakukan pengulungan (reherseal), item memasuki memori sekunder kemudian menjadi bagian dari memori permanen. Model memori ganda James nampaknya masuk akal secara intuitif. Berdasarkan pengetahuan tentang struktur otak, nampaknya model ini juga memiliki validitas.
            Memori Jangka Pendek memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan LTM. STM memiliki peran yang sangat penting dalam pemrosesan memori. Suatu karakteristik lain pada STM adalah kapasitas penyimpanannya yang terbatas diimbangi oleh kapasitas pemrosesan yang juga terbatas, dan bukan hanya itu, terdapat pula pertukaran konstan antara kapasitas penyimpanan dan kemampuan pemrosesan.
            Adapun gagasan yang mendukung keberadaan dua penyimpanan memori menurut peneletian sepasan suami-istri Peterson dapat dirangkum sebagai berikut :
  1. Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sejumlah hal yang diingat selama sesaat sedangkan hal-hal lainnya diingat dalam jangka waktu yang cukup lama.
  2. Eksperimen-eksperime psikologis menunjukkan bahwa pengambilan sejumlah informasi dalam memori adalah karakteristik kinerja memori jangka pendek, sedangkan pengambilan sejumlah memori yang lain adalah karakteristik kinerja memori jangka panjang, misalnya terkait data awal dan data akhir.
  3. Studi-studi fisiologis menunjukan bahwa kinerja memori jangka pendek dapat mengalami hambatan , sedangkan kinerja memori jangka panjang tampak tetap stabil.
                 Penyandian memori jangka pendek melibatkan setidaknya sandi-sandi visual, akustik, dan semantik. Memori tampaknya disimpan secara lokal ditempat tertentu dan secara general (tidak ada tempat khusus untuk memori tertentu).

          Pada bidang studi neurosains kognitif yang mempelajari memori menunjukkan bahwa korteks serebral, serebelum dan hipokampus, kesemuanya terlibat dalam penyimpanan dan pemrosesan memori.

Rizka Amalia

MEMORI JANGKA PENDEK DAN MEMORI JANGKA PANJANG

       Dimanakah letak memori itu? Apakah memori itu? Letak penyimpanan memori adalah pada seluruh bagian otak, walaupun memang ada tempat bagian-bagian tertentu yang menjadi penyimpanan terpusat memori. Sehingga otak adalah unit terpenting dalam hidup makhluk. Tanpa otak, makhluk tidak mungkin mampu berfikir apalagi menyimpan memori.
Secara etimologi, memori atau memory (Inggris), adalah keberadaan tentang pengalaman masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, alat yang dapat menyimpan dan merekam informasi.Ilmu psikologi mendefenisikan memori sebagai sebuah proses pengkodean, penyimpanan dan pemanggilan kembali informasi (retrieval) oleh manusia dan organisme lainnya. Pengkodean berkaitan dengan persepsi awal dan pengenalan.Menurut perspektif psikologi kognitif bahwa memori atau ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Jadi ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan yaitu : menerima kesan-kesan, menyimpan dan mereproduksikan.
James bependapat terkait dengan  model model memori ganda, memori primer –yang mirip ddengan apa yang sekarang disebut memori jangka pendel- tidak pernah meninggalkan kesadaran atau senantiasa menyediakan “tayangan” peristiwa-peristiwa yang telah dialami. Sedangkan memori sekunder, atau  memori jangka panjang, didefinisikan sebagai jalur-jalur yang “terpahat” dalam jaringan otak manusia, dan setiap manusia memiliki struktur jalur yang berbeda. Model memori ganda James tampaknya masuk akan secara intuitif. Berdasarkan pengetahuan tentang struktur otak berarti pemrosesan informasi di otak, tampaknya model memori James juga memiliki validitas. Meskipun demikian, bukti-bukti yang mendukung keberadaan dua tipe memori muncul belakangan dari studi-studi fisiologis.
          Terkait hal yang sama, model memori lainnya adalah Model behavioral, modern pertama dikembangkan oleh Waugh dan Norman (1965) adalah model dualistic, yang mencakup memori primer dan memori sekunder. Model ini merupakan hasil pengembangan dari model pertama yakni, model dari James. Waugh dan Norman juga tidak sengaja memberikan kontribusi yakni dengan memperkenalkan metaphor “kotak-kotak di kepala” (boxes in the head) yang menggambarkan memori sebagai suatu diagram flow-chart. Waugh dan Norman mengembangkan model James dengan mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik memori Primer. Sistem penyimpanan jangka pendek diketahui memiliki kapasitas yang sangat terbatas, sehingga informasi hilang bukan karena seiring berjalannya waktu namun karena tumpeng tindih dengan item-item yang baru.
          Kemudian, Atatkinson dan Shiffrin mengemukakan model mereka yang meminjam konsep model dualistic milik Waugh dan Norman. Namun, mereka lebih menekankan bahwa lebih banyaknya subsistem dalam STM dan LTM. Menurut mereka model-model memori yang sebelumnya masih terlalu sederhana untuk menjelaskan dan menangani kerumitan proses atensi, proses membandingkan stimuli, pengendalian dalam mengambil memori, pemindahan STM ke LTM, pencitraan, memori penyandian sensorik, dan lainnya. Dalam model ini, memori memiliki tiga area penyimpanan ; register sensorik, penyimpanan jangka pendek, dan penyimpanan jangka panjang.
          Kemampuan individudalam menanggapi peristiwa-peristiwa sensorik yang membentuk masa kini adalah fungsi utama dari STM sebagai tempat penyimpanan sementara, sedangkan kemampuan individu dalam memahami masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk mengolah masa kini adalah fungsi dari LTM. Karakteristik dari LTM adalah keberanekaragamnya penyandian, struktur kapasitas dan permanensinya. Kapasitas LTM seperti yang telah diteliti oleh Shepard (1967) yang memberikan suatu tes rekognisi dan hasilnya partisipan mampu mengenali gambar yang telah mereka lihat sebelumnya dengan sangat baik setelah 2 jam melihatnya. Tak hanya Shepard, Chase & Ericson (1982) menjelaskan bagaimana prinsip kinerja memori, yaitu dengan cara penyandian (Informasi yang masuk berupa sandi atau code kemudian akan dilakukan chunking terhadapnya), pengambilan informasi, dan prinsip percepatan, latihan dapat meningkatkan kecepatan dalam mengenali dan menyandikan pola.
          Penelitian yang disebut dengan teknik Brown-Petersen mendemonstrasikan bahwa kapasitas individu untuk menyimpan informasi dalam suatu area penyimpanan sementara bersifat terbatas dan rentan terhadap memudarnya informasi dengan cepat –jika individu tersebut tidak mengulang informasi yang didapatnya.
          Lokasi tempat memori disimpan adalah di seluruh bagian otak, meskipun juga berpusat di bagian-bagian tertentu. Beberapa region otak memiliki fungsi penting dalam pembentukan memori. Region-region tersebut meliputi hipokampus dan korteks (yang berbatasan dengan hipokampus), serta thalamus. Informasi sensorik dikirimkan ke region-region otak yang spesifik misalnya informasi dari mata dan telinga dikirimkan ke korteks visual dan korteks auditorik secara berturut-turut. 
         



Nama           : Rizka Amalia
Kelas            : Kognitif D

Nim              : 16410070