Selasa, 19 September 2017

Ainun Nisfi

Nama  : Ainun Nisfi
NIM   : 16410069
Kelas  : Kognitif-D
Sensasi, Atensi dan Persepsi
Dalam psikologi kognitif, tahapan pemrosesan informasi dimulai dengan adanya energi fisik yang menstimulasi sistem sensorik, dan selanjutnya diproses dalam tertransduksi ( di ubah ke energi neural oleh organ-organ sensorik). Energi neural ini disimpan sesaat di penyimpanan sensorik, dan selanjutnya di proses oleh sistem syaraf pusat.
Sensasi dan Persepsi
Sensasi merupakan pendeteksian dini terhadap energi dari dunia fisik, berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik. Sedangkan persepsi lebih melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi sensorik, dalam arti lain ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu. Persepsi bisa dianggap sebagai inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, kita tidak mungkin berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan lainnya. Semakin tinggi derajat persamaan persepsi antar individu, semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas.
Atensi
          Merupakan pemusatan pikiran dalam bentuk jernih dan gamblang terhadap sejumlah objek atau sekelompok pikiran.
Ada 4 fungsi utama atensi :

1.   Atensi terbagi
Kita memusatkan sumber daya atensi yang tersedia untuk mengoordinasikan pengerjaan lebih dari 1 tugas dalam waktu bersamaan. Misalnya, kita berolahraga sambil mendengarkan musik melalui headset.
2.    Kewaspadaan dan pendeteksian sinyal
Merupakan upaya seseorang untuk mengawasi sembari berusaha mendeteksi penampakan stimulus target yang diinginkan. Proses atensi yang mengatur pendeteksian sinyal sangat dipengaruhi oleh tingkat ekspektasi atau pengharapan akan kemunculan stimulus tertentu. Ketika kita merasa lelah dan jenuh berada didalam kelas, maka kita akan lebih waspada terhadap bunyi bel pulang/istirahat ketika pembelajaran disekolah berlangsung.
3.     Penelusuran
Penelusuran melibatkan pencarian target secara aktif dengan segenap kemampuan kita, berbeda dengan kewaspadaan yang lebih pasif menunggu kemunculan stimulus.
Penelusuran dapat menjadi sulit dengan adanya pengalihan-pengalihan, yaitu stimulus yang bukan target yang dapat mengalihkan atensi, misalnya kita sedang berada diperpustakaan dan mencari buku dengan judul tertentu, namun karena banyak sekali pilihan buku yang tersedia, kita menjadi sulit mencari buku yang kita inginkan.
4.    Atensi selektif
         Atensi selektif yaitu kita memilih mengikuti sejumlah stimulus dan mengabaikan stimulus-stimulus yang lain. misalnya, saat kita sedang konsentrasi belajad dikelas, kita mengabaikan keramaian teman-teman kita yang lain dan suara suara kebisingan teman kita.



Indah noor mazaya hurin’in

Sensasi, presepsi dan atensi
Indah noor mazaya hurin’in 16410079
Pada bab ini kita akan mempelajari tentang bagaimana manusia menguunakan otak kompetesional untuk mempresepsikan informasi mengenai lingkungannya, memahami dunianya dan memmproses informasi. Otak adalah pusat dari seluruh proses kognisi sosial karena otak mengolah dan memaknai sistem informasi yang diterima dari sistems pararaf parifel (paripheral nervous system).
Otak komputasional ?
Pikiran adalah sebuah sistem yang terdiri dari organ organ kompatasional, yang di desain oleh seleksi alam untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh nenek moyang kita selama hidup kita sebagai pemburu dan peramu, khususnya untuk memahami objek- objek seperti binatang, tumbuhan dan manusia lain. Tahapan informasi dimulai dari adanya energi fisik yang menstimulasi sistem sensorik dan tranduksi ( di ubah ke energi neural oleh organ organ sensorik). Energi neural ini disimpan sesaat dipenyimpanan sensorik dan selanjutnya di proses oleh sistem syaraf pusat dan disandingkan atau mungkin dikirim ke sistem memori untuk diproses lebih lanjut.
Dalam psikologi kognitif, kita mengacu pada dunia fisik (eksternal) sekaligus dunia mental (internal).
Sensasi
Sensasi mengacu mengacu pada pendektesian dini terhadap energi dari dunia fisik yang  berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik. sensasi merupakan tahap pertama dalam perkembangan dimana stimulus bertemu dengan panca indra secara langsung. Sensasi mengacu pada pendektesian dini terhadap energi diri dunia fisik. Studi tentang sensasi umumnya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik.
Presepsi
Presepsi melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi sensorik. Presepsi antara individu dengan individu lainnya berbeda setiap menanggapi objek yang sama. Presepsi melibatkan kognisis tingkat tinggi dalam menginterpretasikan terhadap informasi sensorik, dimana persepsi ini mengacu pada interpretasi yang kita indra. Ilusi mempelajari hubungan antara perubahan fisik dengan pengalaman psikologis yang disebut psikofisika. Pengetahuan sebelumnya, hubungan antara presepsi dan pengetahuan sebelumnya tentang dunia tidak hanya wujud ilusi sederhana melainkan dengan data-data ilmiah. Prsepsi dipengaruhi oleh pengetahuan, hipotesis dan prasangka yang dipengaruhi oleh informasi sensorik.
Atensi
Atensi adalah pemusatan pikiran, dalam bentuk yang jernih dan gamblang terhadap sejumlah objek stimulan atau kelompok pikiran. Pemusatan kesadaran adalah intisari atensi. Atensi mengimplikasikan adanya pengabaian objek-objek lain agar kita sanggup menangani objek – objek tertentu secara efektif. Ttindakan mempelajari atensi dari sudut pandang neurosains kognitif memberikan kita kesempatan untuk menemukan dukungan neurologis bagi penemuan-penemuan sebelumnya, dan juga membantu menemukan lokasi dari proses-proses terkait atensi yanng berlangsung dalam otak.
Informasi sensorik terus-menerus menstimulasi sistem saraf kita jumlahmya jauh melebihi kemampuan sistem kognitif tingkat tinggi untuk memproses informasi, sehingga hanya sedikit sensoriknya dapat dipilih untuk memprosesan lebih lanjut. Penting bagi sistem sensorik untuk menyimpan informasi selama beberapa saat sehingga pemrosesan lebih lanjut terhadap item- item yang berhubungan dapat dilaksankan.
Penelitian tentang atensi meliputi lima aspek utama : kapasitas pemrosesan dan selektivitas, kendali terhadap atensi, pemrosesan otomatis, pandangan neurosains kognitif terhadap atensi dan kesadaran. Keterbatasan kapasitas dan atensi selektif mengimplikasikan adanya kemacetan struktural dalam pemrosesan informasi. Sebuah model menempatan kemacetan itu pada atau persis sebelumnya. Analysis perseptual.
Model atenuasi tentang atensi selektif mengajukan gagasan mengenai keberadaan penyaring (filter) perseptual, yang terletak diantara sinyal dan analisis verbal, yang berfungsi menyaring input dengan selektif mengendalikan “volume” pesan.


Nurul Amalia Syahrullah Yulianto

Nama           : Nurul Amalia Syahrullah Yulianto
NIM             : 16410165

Proses Pembentukan Kognitif melalui Sensasi, Atensi dan Persepsi

          Dari kecil sampai sekarang, manusia mengalami proses pembentukan kognisi. Proses pembentukan kognisi manusia juga dipengaruhi oleh sensasi, atensi, dan persepsi.
          Ketika seseorang akan menerima suatu informasi, tahap pertama yang dilalui yaitu sensasi. Informasi baru ditangkap oleh panca indera manusia. Panca indera manusia membuat manusia dapat menerjemahkan suatu informasi dan memasukkannya pada kognisi mereka. Misalnya seseorang dapat menerjemahkan suatu makanan itu manis atau pahi setelah panca indera merasakan sensasi dari makanan tersebut. Setelah panca indera menstimuli informasi, informasi tersebut kemudian dipersepsikan melalui otak komputasional. Otak komputasional juga berfungsi untuk memahami dan memproses informasi yang sudah diterima melalui proses sensasi. Proses yang terjadi pada otak komputasional terbagi atas proses internal dan proses eksternal. Proses internalnya antara lain sistem sensorik, transduksi, penyimpanan sensorik ikonik atau echoic, aktivitas CNS dan penyandian serta memori dan pemrosesan.
          Proses-proses persepsi seseorang terhadap informasi baru bisa menjadi persepsi yang positif ataupun negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain pengalaman, pengetahuan, tingkat pendidikan, tempat tinggal, budaya, usia, latar belakang keluarga, dan lain-lain. Misalnya, ketika seseorang bertemu orang barat, seseorang itu mempersepsikan orang barat tersebut orang jahat karena mempunyai pengalaman buruk dengan orang barat yang pernah dikenalnya. Itulah salah salah satu contoh pengalaman mempengaruhi persepsi seseorang.
          Persepsi yang dihasilkan tiap individu berbeda satu sama lain, tergantung dari faktor-faktor yang telah disebutkan di halaman sebelumnya. Stimulus yang sama yang diterima oleh dua individu belum tentu menghasilkan persepsi yang sama, bisa saja menghasilkan persepsi yang berbeda. Misalnya, Orang Gorontalo yang baru pindah ke Malang mempersepsikan bahwa Kota Malang merupakan kota yang dingin. Sedangkan Orang Jepang yang juga baru pindah ke Malang malah mempersepsikan sebaliknya, bahwa Kota Malang itu panas. Mengapa hal itu bisa terjadi? Hal ini karena asal tempat tinggal kedua orang ini berbeda, sehingga menghasilkan persepsi yang berbeda pada stimuli yang sama. Orang Gorontalo mempersepsikan bahwa Kota Malang itu dingin, karena berasal dari daerah yang panas. Sedangkan Orang Jepang mempersepsikan bahwa Kota Malang itu panas, karena suhu Jepang lebih dingin daripada Malang.
          Ah iya, sebelum seseorang melakukan persepsi terhadap sebuah stimuli, seseorang melakukan atensi atau perhatian secara sadar terhadap stimuli yang baru saja diterima. Ketika seseorang menerima stimuli berupa informasi baru, tidak semua stimuli tersebut mendapatkan perhatian atau atensi lalu menghasilkan sebuah persepsi. Ketika seseorang melalukan atensi terhadap suatu informasi baru, informasi baru tersebut kemudian akan melekat pada otak yang kemudian menghasilkan suatu persepsi, lalu informasi tersebut akan mudah diingat ketika dipanggil kembali. Contohnya, ketika seorang mahasiswa memberi atensi yaitu menyimak dengan seksama penjelasan dosen, mahasiswa tersebut akan mudah mengingat informasi yang diberikan oleh dosen. Lain halnya, jika seorang mahasiswa melakukan kegiatan lain misalnya bermain handphone ketika dosen menyampaikan materi. Hal yang terjadi adalah mahasiswa tersebut tidak akan ingat terhadap materi yang telah disampaikan dosen.
          Sensasi, atensi dan persepsi memang harus saling bekerja sama ketika membentuk kognisi baru. Jika salah satunya tidak ada, maka tidak akan terbentuk kognitif baru atau kognitif baru terbentuk namun tidak utuh. Lalu, bagaimana dengan seseorang yang memiliki panca indera terbatas seperti tidak bisa melihat? Seseorang yang terbatas dalam kemampuan visualnya masih bisa menangkap stimuli dengan panca indera lain, misalnya telinga. Contohnya, seseorang yang buta menstimuli kucing. Karena dia memiliki keterbatasan pada matanya, dia hanya bisa menggunakan panca indera lainnya seperti telinga untuk menstimuli kucing. Jadi seseorang tersebut bisa mempersepsikan suara kucing yang didengarnya, namun tidak bisa menstimuli bagaimana fisik kucing. Artinya, seseorang yang memiliki keterbatasan fisik masih bisa menstimuli informasi baru, namun kognitif yang terbentuk tidaklah sempurna. Jadi, untuk membentuk kognisi yang baru dan utuh diperlukan sensasi yang dilakukan oleh semua panca indera.




ANA MAULIDIAH NUR ILLAHI

Nama : ANA MAULIDIAH NUR ILLAHI
NIM  : 16410115

Sensasi, Persepsi, dan Atensi
Otak komputasional
Istilah komputasional diberikan untuk otak, karena segala sesuatu yang dilakukan manusia berpusat di otak, seperti proses mengecap, melihat mendengar, merasakan sesuatu, dan selanjutnya akan berpikir, demikian itulah myang menyebabakan otak disebut sebagai “ komputasional” berarati yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia, dalam otak kita ada bagian –bagian otak yang bekerjsama dalam proses berpikir manusia, semua sudah diatur secara terperinci dan salaing berkoordinasi satu sama lain, seperti halnya CNS dan PNS merupakan bagian yang paling sering disebut saat ada pelajaran yang membahas tentang otak, otak kita bergitu penting bagi kelangsungan hidup, didalam otak terdapat berbagai memori yang kita simpan, semua ini sangat berbanding terbalik dengan bentuk otak yang sangat lunak, namun otak tidak perlu khawatir karena ada kepala yang begitu kerasa untuk melindungi otak yang begitu lunak, seperti itulah kuasa tuhan menciptakan begbagai makhluknya dengan sangat sempurna, sampai bagian yang terkecil pun tersususn sempurna.
Sensasi dan Persepsi
Dalam dunia psikologi kognitif  mengacu pada dua hal yakni, pada dunia fisik (eksternal) dan dunia mental (internal), penghubung antara kedunya berpusat pada sistem sensorik, Sensasi  mengacu pada deteksi dunia fisik, studi pada sensasi umumnya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik beserta stimuli yang mempengaruhi mekanisme-mekanisme tersebut. Sedangkan Persepsi melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi sensorik, sensasi mengau terhadap pendektesian dini pada stimuli, persepsi mengacu pada intrepetasi pada hal-hal yang kita indra.
Penglihatan
Penglihatan menghadirkan informasi berharga dari lingkungan di sekeliling kita , penglihatan(vision) merupakan pendeteksian sebuah gelombang kecil elektromagnetik(cahaya) kemungkinan terjadi karena mat kita mempunyai struktur yang unik. Kita meliht dengan menggunakan alat indra yang kita sebut dengan mata, mata memiliki bagian-bagian penting seperti kornea, lensa ,retina, iris pupil, sclera, sel kerucut, sel batang dan masih banyak lagi bagian-bagian penting lainnya dalam mata kita, mata kita juga memiliki sel gangliaon, Apa itu sel ganglion? Sel ganglion merupakan sel yang memilikiakson-akson yang cukup panjang, yang berbentuk seperti jaringan yang terhubungdengan sebuah “ stasiun transfer” bernama nucleus genikulat lateral (LGN) melalui sebuah lubang di dalam retina, lubang yang dilalui sel ganglion tersebut disebut titik buta (blind spot).
Ilusi
Ilusi berkaitan erat dengan gabungan antara keadaan fisik dan keadaan psikologis, dimana ilusi sering dikaitkan dengan persepsi yang juga melibatkan antara fisik dan kognitif, ilusi terjadi kareana pengalaman yang sudah pernah kita alami, dan juga hasil dari pemikiran kita, studi yang mempelajari hubungan antara perubahan-perubahan fisik di dunia dengan pengalaman yang kita indra dengan psikologis disebut Psikofisika, Psikofisika menggunakan pengukuran kualitas fisik  dan kualitas psikologis dari stimuli sensoris yang sama, Ilui diaggap sebagai hal penting bagi para ilmuwan psikofisika, bukan karena ilusi menunjukkan kegagalan kemampuan manusia untuk mempersepsi, melainkan karena ilusi justru menyediakan wawasan untuk memahami cara kerja sistem persepsi kita.
Penyimpanan Ikonik
Penyimpanan ikonik disebut juga sebagai memori ikonik, memori ikonik merupakan memori yang mampu memberikan kesan-kesan visual untuk menetap dalam jangka waktu singkat, memori ikonik melibatkan penyimpanan , memori ikonik menyerupai arsip foto(snap shot) tentang medan penglihatan, setiap arsip hanya bertahan sekitar satu detik, dan tujuannya adalah memberikan otak kesempatan untuk mampu menyamai kecepatan informasi visual yang diterima dari mata.
Penyimpanan Ekhonik
Penyimpanan ekhonik serupa dengan penyimpanan ikonik dalam dua hal yakni, Informasi sensorik mentah disimpan dalam ruang penyimpanan agar informasi mentah tersebut dan diolah lebih lanjut dan yang kedua adalah jangka waktu penyimpanannya sangatlah singkat yakni sekitar 250 milidetikhingga 4 detik, penyimpanan ekhonik juga menyediakan waktu tambahanuntuk mengamati stimuli yang menghilang dari pnglihatan, dan memberikan waktu tambahn untuk kita mendengarkan pesan.
Atensi
Atensi adalah pemusatan pikiran dalam bentuk yang jernih dan gamblang terhadap sejumlah objek stimultan atau sekelompok pikiran. Pemusatan kesadaran adalah intisari atensi, atensi mengimplikasikan adanya pengabaian objek-objek lain agar kita sanggup menanganai objek-objek tertentu secara efektif. Atensi diilustrasikan terkait dengan contoh-contoh dibawah ini :
1.     Kpasitas pemrosesan dan selektivitas, kita dapat melihat stimuli eksternal dari dunia eksternal, namun kita tidak dapat memperhatiakn seluruh stimuli yang ada.
2.    Kendali, kita memiliki kendali terhadap pilihan stimuli yang kita perhatikan.
3.    Pemrosesan Otomatis, dari sejumlah besar proses rutin seperti mengemudikan mobil telah terjadi proses yang amat familiar sehingga memerlukan hanya sedikit atensi sadar dan dapat dilakukan secara otomatis.
4.    Neurosains Kognitif, Otak dan sistem saraf pusat adalah pendukung anatomis bagi atensi, sebagaimana kognisi.
5.    Kesadaran, atensi membawa peristiwa-peristiwa ke dalam kesadaran.
Atensi memiliki beberapa hubungan penting bagi manusia yakni seperti hubungan antara atensi dan otak manusia , pikiran utama menemukan kolerasi antara anatomi otak dan atensi otak tampaknya memiliki sitem-sistem yang secara anatomis terpisah. Yang mengendalikan atensi dan sistem-sistem lain seperti sistem pemrosesan data. Kemudian hubungan antara atensi dan PET yang berhubungan erat dengan teknologi


Mihmidati Hilmia

Nama  : Mihmidati Hilmia
NIM   : 16410212
SENSASI, PERSEPSI, DAN ATENSI: MENERIMA DAN MENGOLAH INFORMASI
          Setelah mempelajari mengenai bagaimana informasi yang didapat oleh manusia itu diproses di dalam otak dalam Neurosains Kognitif, pembahasan kali ini adalah tentang bagaimana segala sesuatu itu “dirasakan” oleh manusia, menurut “sudut pandang” mereka masing-masing. Kata kuncinya ada pada indra dan pengalaman. Ada dua tahapan utama dalam pemrosesan informasi, yakni: fenomena eksternal (energi fisik/stimuli) dan proses-proses internal di dalam otak yang kemudian memunculkan respon dari individu.
Sensasi adalah pendeteksian dini terhadap stimuli. Jadi, apa saja yang diindra (melalui penglihatan, pendengaran, perasa/pengecap, penciuman, dan peraba) akan diproses lebih lanjut. Banyak hal dalam indra kita yang sangat luar biasa. Mata manusia dapat membedakan lebih dari 300.000 warna yang berbeda. Telinga manusia dapat mendeteksi suara rendah 20 hertz (getaran per detik) dan setinggi 20.000 hertz, dan dapat mendengar suara detakan jarum jam sekitar 20 kaki di ruangan yang tenang. Kita bisa mencicipi satu sendok teh gula dilarutkan dalam 2 galon air, dan kita dapat mencium satu tetes parfum disebarkan di sebuah apartemen tiga kamar. Ada beberapa proses saat individu mengindra, yaitu:
1.     Penglihatan
Yang sangat diperlukan oleh manusia untuk dapat melihat suatu objek adalah cahaya.  Objek yang terkena cahaya tersebut selanjutnya akan diproses melalui bagian-bagian yang ada di mata. Secara sederhana dapat diurutkan sebagai berikut: Objek terkena cahaya kornea lensa crystalia terfokus di retina saraf optic thalamus lateral geniculate body pusat saraf penglihatan di korteks dianalisis memunculkan gambar objek terlihat.

2.    Pendengaran
Bunyi adalah getaran yang ada di udara yang diproses oleh sistem auditor. Proses individu mendengar adalah: sumber bunyi daun telinga gendang telinga ossicle (tulang malleus, incus, stapes) vanestra ovalis coclea cairan rumah siput bergetar sel rambut impuls listrik saraf pendengaran diinterpretasi bunyi terdengar.
3.    Pengecap
Indra pengecap memungkinan manusia untuk dapat mendeteksi dan memproses zat kimia yang ada di lingkungan. Bagian terpenting dalam indra ini adalah Papila, tonjolan yang terdapat di lidah yang mengandung kuncup pengecap atau reseptor rasa. Kualitas rasa yang diproses manusia meliputi kategori manis, asin, asam, dan pahit meskipun kemampuan sebenarnya melampaui keempat kategori tersebut.
4.    Pembau
Sama halnya seperti indra pengecap, indra ini juga memungkinkan manusia mendeteksi dan memproses zat kimia. Sumber bau gas/uap rambut-rambut protoplasma pada dinding melintang sebelah atas dalam rongga hidung benang-benang saraf pusat saraf pembau diinterpretasi bau atau aroma tercium.
5.    Peraba
Energi mekanis atau tekanan pada kulit didapat melalui sentuhan. Terdapat beberepa bagian dalam kulit yang sensitif terhadap masing-masing stimulus  (panas, hangat, dingin, basah, halus, kasar, tekanan, sakit, dan vibrasi).
Manusia memiliki setidaknya 4 juta reseptor rasa sakit, 500.000 reseptor tekanan, 150.000 untuk dingin, dan 16.000 reseptor untuk panas. Reseptor-reseptor tersebut terspesialisasi pada sendi, ligamen, dan otot guna menghasilkan informasi yang dikombinasikan dengan informasi dari reseptor yang lain, seperti mata dan telinga untuk memberikan kita indra posisi bagian tubuh tertentu dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Penglihatan, pendengaran, peraba, pengecapan, dan penciuman adalah spektrum sensasi umum yang paling luas. Organ indra dan reseptor sensoris dimasukkan dalam beberapa kelas utama berdasarkan tipe energi yang dipancarkan, termasuk:
a)  Resepsi cahaya (photoreception): mendeteksi cahaya, dipersepsikan sebagai penglihatan.
b)  Resepsi mekanik (mechanoreception): mendeteksi tekanan, getaran, dan pergerakan, dipersepsikan sebagai peraba, pendengaran, dan keseimbangan.
c)  Kemoreseptor (chemoreception): mendeteksi rangsangan kimiawi, dipersepsikan sebagai pengecap dan penciuman.
Setelah individu melalui proses sensasi, selanjutnya ia akan masuk pada tahap persepsi. Persepsi inilah yang merupakan hasil dari “proses lebih lanjut” tersebut. Pada persepsi, individu diharuskan melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi yang telah diindra. Informasi tersebut diproses sesuai dengan pengetahuan individu masing-masing tentang dunia (termasuk budaya, pengharapan, dan lain-lain).
          Selanjuntya adalah tentang perhatian atau atensi. Perhatian merupakan salah satu proses untuk mengadakan persiapan guna memberikan reaksi tertentu. Apa yang kita amati tidak hanya bergantung dan terbatas pada stimulus saja, tetapi juga pada proses kognitif yang merefleksikan minat, tujuan, dan harapan kita saat itu. Pemusatan inilah yang kemudian disebut dengan perhatian atau atensi. Hubungan fisiologis perhatian terhadap persepsi adalah seperti ketika suatu stimulus menarik perhatian kita, kemudian kita meresponnya; melakukan gerakan-gerakan badan tertentu. Gerakan yang dimaksud bisa berupa gerakan kepala dan mata ketika berhubungan dengan stimulus visual, meletakkan telapak tangan di sekitar telinga atau mengarahkan telinga ke sumber suara ketika frekuensi stimulus auditoris yang ada termasuk lemah sehingga mampu membangkitkan resepsi. Gerakan badan tersebut disertai perubahan fisiologis tertentu. Reaksi fisiologis yang terjadi merupakan respon pada perubahan stimulus di sekitarnya sehingga membentuk pola yang ajeg yang disebut refleks berorientasi. Proses perhatian meliputi rangsangan yang menonjol dari objek yang diterima oleh alat indra lalu dibawa saraf ke dalam otak dan kemudian diserap oleh persepsi.

   Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa persepsi tidak sama dengan sensasi, tetapi otak memberikan makna terhadap sensasi melalui persepsi. Sensasi adalah kesadaran yang dihasilkan oleh stimulasi akal, sedangkan persepsi adalah interpretasi sensasi-sensasi tersebut. Sensasi adalah kesan sesaat yang ditangkap oleh seseorang ketika stimulus baru diterima oleh otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya serta ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Sensasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses menerima energi rangsangan dari lingkungan luar. Rangsangan yang dimaksud bisa berupa cahaya, suara, aroma dan sebagainya. Rangsangan tersebut dideteksi oleh sel reseptor khusus yang ada pada indra manusia (mata, hidung, telinga, kulit, dan lidah). Ketika sel-sel reseptor menangkap rangsangan yang ada, energi tersebut dikonversi menjadi impuls kimia listrik atau transduksi. Transduksi kemudian menghasilkan potensi aksi yang mengalirkan informasi melalui rangsangan melalui sistem saraf ke otak. Ketika rangsangan tersebut sampai ke otak, informasi kemudian bergerak ke bagian yang berhubungan dengan korteks serebrum. Sebagai contoh, seorang mahasiswa duduk dikursi dengan meja yang kasar didepannya, ia akan mengatakan bahwa meja tersebut tidak cukup nyaman untuk digunakan menulis. “Meja yang kasar” merupakan sensasi, karena ia merasakannya dengan indra kulit atau tangannya dan “meja tidak cukup nyaman untuk digunakan menulis” merupakan persepsi yang telah diproses sebelumnya dan kemudian diinterpretasikan dengan melibatkan sensasi dan pengalamannya. Ia merasa tidak nyaman menulis di meja tersebut karena mungkin ia pernah mengalaminya sendiri. Persepsi dibentuk oleh pembelajaran, pengalaman, ingatan, harapan, dan perhatian. Persepsi bergantung pada fungsi sistem saraf yang kompleks, tetapi tidak tampak karena terjadi di luar kesadaran.

Alvy Arimatul Hamim

Nama : Alvy Arimatul Hamim
NIM   : 16410105
Sensasi, Persepsi, dan Atensi
1.  Sensasi
Sensasi pada dasaranya adalah tahapan awal dalam menerima informasi. Sensasi (Sensation) berasal dari bahasa latin “sensatus” yang artinya dianugrahi dengan indra. Secara sederhana, sensasi diartikan sebagai aspek kesadaran paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita. Sensasi merupakan deteksi energi fisik yang direfleksikan oleh objek-objek fisik yang terjadi ketika energi dalam lingkungan eksternal atau internal tubuh merangsang reseptor dalam organ-organ indra.
Sensasi meliputi penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan dan perabaan. Contohnya seperti kita mampu merasakan temperatur yang tinggi dalam suatu ruangan, melihat warna hijau hamparan persawahan, dan menikmati rasa permen yang manis dan lezat. Sensasi adalah salah satu dari tiga komponen utama kesadaran menurut psikologi strukturalis, selain citra dan afeksi. Suatu sensasi dinilai sebagai suatu objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.
Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakhmat, 1994) menyatakan bahwa sensasi merupakan pengalam elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama berhubungn dengan kegiatan alat indra.
Fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangatlah penting. Melalui alat indra manusia dapat memahami lingkungannya. Lebih dari itu, manusia dapat memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya.
2.  Persepsi
Persepsi (perseption) berasal dari bahasa latin “perceptio”, “percipere” yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi dalam arti sempit adalah penglihatan,  bagaimana seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas berarti pandangan, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. (leavitt, 1978)
Persepsi adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang ligkingan sekitar. Persepsi meliputi semua sinyal dari sistem saraf yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari orgam mengindra. Misalnya seperti penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata, pencium yang merupakan media molekul bau / aroma, dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penenrimaan isyarat secara pasif, tapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan harapan, dan harapan. Persepsi bergantung pada fungsi komplek sistem saraf, tapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.
Istilah persepsi sering dikaitkan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja. Sebaliknya, persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan pada masa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.

Jenis Persepsi
Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis.
Persepsi Visual
Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan.Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya.Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
Persepsi Auditori
Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.
Persepsi Perabaan
Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.
Persepsi Penciuman
Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.
Persepsi Pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Persepsi Selektif
Persepsi selektif adalah menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang yang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
3.  Atensi
Atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya. Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.
Sumberdaya mental manusia yang terbatas untuk memroses suatu rangsang membutuhkan bantuan untuk mempercepat waktu reaksi. Mengarahkan pada suatu informasi tertentu akan mempercepat proses mental mengolah suatu rangsang. Misalnya dalam mengemudi, atensi yang mengarahkan pengemudi pada situasi jalan raya akan mempercepat reaksinya menginjak pedal rem jika menghadapi situasi membahayakan.
Atensi juga terpengaruh oleh perbedaan usia, terutama pada masa anak. Groover menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi persepsi dan ingatan adalah perhatian (attention). Perhatian merupakan aktivitas menjaga sesuatu tetap dalam pikiran yang membutuhkan kerja mental dan konsentrasi. Terdapat 5 jenis perhatian, yaitu
1.     Perhatian selektif (Selective Attention)
Perhatian selektif terdapat pada situasi di mana seseorang memantau beberapa sumber informasi sekaligus. Penerima informasi harus memilih salah satu sumber informasi yang paling penting dan mengabaikan yang lainnya. Faktor-faktor yang memengaruhi perhatian selektif adalah harapan, stimulus, dan nilai-nilai. Penerima informasi mengharapkan sebuah sumber tertentu menyediakan informasi dan memberikan perhatian lebih pada sumber tersebut, memilih stimulus yang paling memberikan efek atau terlihat dibanding yang lain, dan memilih sumber informasi yang paling penting.
2.    Perhatian terfokus (Focused Attention)
Perhatian terfokus mengacu pada situasi di mana seseorang diberikan beberapa input namun harus fokus pada satu input saja selama selang waktu tertentu. Penerima informasi berfokus pada satu sumber/input dan tidak terdistraksi oleh gangguan-gangguan lain. Faktor yang berpengaruh terhadap perhatian terfokus adalah jarak dan arah, serta gangguan dari lingkungan sekitar. Penerima informasi akan lebih mudah menerima informasi dari sumber yang berada langsung di depannya.
3.    Perhatian terbagi (Divided Attention)
Perhatian terbagi terjadi ketika penerima informasi diharuskan menerima informasi dari berbagai sumber dan melakukan beberapa jenis pekerjaan sekaligus.
4.    Perhatian yang terus menerus (Sustained Attention)
Perhatian terus menerus dilakukan penerima informasi yang harus melihat sinyal atau sumber pada jangka waktu tertentu yang cukup lama. Dalam situasi ini sangat penting bagi penerima informasi untuk mencegah kehilangan sinyal.
5.    Kurang perhatian (Lack of Attention)
Kurang perhatian merupakan situasi di mana penerima informasi tidak berkonsentrasi terhadap pekerjaannya. Situasi ini disebabkan oleh kebosanan/kejenuhan dan kelelahan. Ciri-ciri pekerjaan yang dapat menimbulkan situasi kurang perhatian adalah pekerjaan dengan siklus pendek, sedikit membutuhkan pergerakan tubuh, lingkungan yang hangat, kurangnya interaksi dengan pekerja lain, motivasi rendah, dan tempat kerja memiliki pencahayaan yang buruk.

Jenis fungsi atensi
Terdapat tiga fungsi dalam melakukan atensi terkendali
Deteksi sinyal
Bertugas untuk mendeteksi kemunculan dari rangsang khusus.
Atensi selektif
Memilih suatu rangsang tertentu dan mengabaikan rangsang lainnya.
Atensi terbagi
Menempatkan sumberdaya atensi secara bijaksana untuk mengkoordinasi pelaksanaan beberapa tugas sekaligus.


Sukma Bayyinah

Sensasi, Persepsi, dan Atensi dalam Pandangan Ilmu Psikologi
Sukma Bayyinah
16410074
          Kata sensasi, persepsi, dan atensi tentu saja merupakan kata yang umum dalam kehidupan masyarakat. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang kata sensasi, persepsi, dan atensi secara menyeluruh dalam sudut pandang psikologis.
          Sensasi
          Sensasi adalah proses  dimana alat indera kita menerima stimulus dan mengupulkan informasi yang kemudian disalurkan ke otak. Ada banyak informasi yang dapat kita terima melalui alat indera kita, termasuk suhu ruangan, seberapa cerah cahaya, suara seseorang yang sedang berbicara diseberang jalan, ataupun wangi parfum seseorang yang melintas. Walau demikian, kita tidak bisa merasakan semua sensasi yang ada disekitar kita. Kita hanya dapat menerima sensasi yang memungkinkan bagi kita karena setiap orang memiliki batasan sensasi yang dapat membedakan mereka dari orang lain.
          Batasan sensasi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1)    Batas Absolut (Absolute Threshold), adalah batas dimana kita dapat merasakan sensasi. Termasuk suara terpelan yang dapat kita dengar atau bahkan sentuhan terlembut yang menyentuh kulit kita. Batas absolut ini bisa disebut juga saat dimana stimuli yang tidak terdeteksi menjadi terdeteksi bagi kita.
2)   Batas Pembeda (Difference Threshold), adalah saat dimana kita dapat menyadari adanya perubahan pada sensasi yang telah terjadi pada kita. Sebagai contoh apabila kita mengangkat beban sebanyak 5kg, kita akan merasa lebih berat ketika 1kg lagi ditambahkan. Namun apabila kita mengangkat beban seerat 50kg, kita tidak akan menyadari apabila ada 1kg berat yang ditambahkan.
          Dalam sensasi adapula Teori Deteksi Sinyal (Signal Detection Theory). Dimana teori ini menjelaskan kitalah yang memutuskan apa yang akan diterima oleh otak kita dan disalurkan ke otak. Seperti contoh kadang kita sedang berada di tempat yang ramai dan teman kita mencoba mengajak kita berbica. Memang terkadang kita mengekspresikan wajah merengut karena mencoba memahami dan memfokuskan diri kita pada apa yang teman kita bicarakan. Itulah yang disebut mendeteksi sinyal menggunakan indera kita. Sehingga kita fokus pada satu hal yang mengacuhkan suara-suara yang lain.
       Persepsi
          Persepri merupakan proses interpretasi terhadap apa yang kita terima melalui alat indera. Cara kita menjelaskan apa yang ada dilingkungan sekitar kitalah yang membuat kita berbeda dari dari orang lain.
          Dalam persepsi ada yang disebut dengan Prinsip Gestalt. Prinsip ini menekankan pengelompokan benda untuk mempermudah kita dalam mempersepsikan sesuatu tanpa harus melakukan proses persepsi ulang. Prinsip Gestalt mengandung 4 tipe pengelompokan, yaitu kemiripan (similiarity), kedekatan (proximility), kelanjutan (continuity), dan penutupan (closure).
          Atensi
                Atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya. Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.
       Sensasi, persepsi, dan atensi dalam Psikologi

          Psikologi secara umum mempelajari manusia dimana sensasi, persepsi, dan atensi sangat dibutuhkan. Terutama persepsi yang dapat menentukan kepribadian seseorang. Sensasi dapat membantu memprediksi apa yang akan dilakukan seseorang saat menerima stimulus. Sedangkan atensi membantu mempercepat adanya reaksi dari sensasi untuk menghasilkan persepsi terhadap sesuatu.